Jakarta Kabar-5, - Penyanyi Bona Paputungan bersama adiknya,
Boni MC, dan pengamat politik Iwan Piliang sudah mulai menyorong
Gubernur DKI Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi jadi presiden RI.
Mereka cetuskan melalui lagu mars berjudul “Pemimpinku” di sebuah kafe di dalam area Taman Ismail Marzuki (TIM), Kamis 1 Agustus 2013.
Di sebuah sore sebelum azan maghrib menandai buka puasa. Bona, Boni, dan Iwan duduk di depan spanduk ajakan kepada rakyat Indonesia mengumpulkan 45 juta KTP dukungan kepada Jokowi. Bona memulai nyanyikan lagu “Pemimpinku” yang musiknya terasa alunan dangdut, sehingga riang di telinga.
Namun sosok Jokowi mampu membuat hati Bona tersimpuh, ia menangis sebelum masuk ke lagu. Di sambut dukungan vokal dari Iwan, juga Boni yang bertugas jadi rapper. Para penari dari komunitas kesenian Betawi bikin tampilan lagu jadi semarak.
Sebelum menyanyi, Bona yang berbusana serba hitam mulai dari celana hingga topi sempat melontarkan, “Ada yang menawarkan bikin lagu untuk calon presiden, bukan karena uang, saya pun belum ketemu Jokowi, saya lihat dia di TV. Blusukan ke pasar. Itu yang kita butuhkan untuk rakyat kita.”
Bona pun mengutip kata bijak dari Panglima Besar Soedirman,”Jangan biarkan rakyat menderita, biarlah pemimpin yang menderita.”
Mengenai sejarah terciptanya lagu ini, berawal dari perkenalan Bona dan Iwan Piliang saat mengunjungi korban banjir di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Mereka memberikan bantuan berupa buah pisang hingga ubi kayu. Bukan sembako yang biasa umum berikan kepada korban bencana.
Bona saat itu sempat meminta nomor kontak Iwan yang juga aktif sebagai citizen reporter. Dari pertemuan itu, hingga terjadi peristiwa skandal megakorupsi yang dilakukan oleh Nazaruddin secara berjamaah dengan rekan-rekannya, Iwan juga sempat bikin heboh karena berhasil melakukan percakapan dengan Nazaruddin saat buron melalui Skype.
“saya bikin lagu judulnya Nazaruddin tak lepas dari inspirasi saya saat dia (Iwan) berbincang via Skype,” kata Bona.
Saat penciptaan lagu ini, Bona mengungkapkan jika dirinya sudah berpikir matang-matang dengan melihat kenyataan Jokowi memang pemimpin yang sangat ideal.
“Pemimpin kita tentunya harus tahu kondisi lapangan seperti apa, lihat keadaan rakyat seperti apa, dia blusukan jadi tahu penderitaan rakyatnya. Itu yang ada di sosok Jokowi,” ujarnya
“Sehingga, oke kanda (panggilan kepada Iwan), bismillahirohmanirohim, kita buat lagu untuk Jokowi,” tandasnya.
Iwan sendiri sudah mengenal sosok Jokowi melalui produk kayu dan mebel milik mantan Wali Kota Solo itu.
"Saya sudah banyak nulis tentang Jokowi, saya malah kenal dia produk kayunya duluan. Sebenarnya lebih kepahaman bangsa ini hancur gara-gara uzur, kufur, gak mundur. Lalu orang yang udah uzur, kufur tapi gak mundur-mundur," tandasnya.
Mereka cetuskan melalui lagu mars berjudul “Pemimpinku” di sebuah kafe di dalam area Taman Ismail Marzuki (TIM), Kamis 1 Agustus 2013.
Di sebuah sore sebelum azan maghrib menandai buka puasa. Bona, Boni, dan Iwan duduk di depan spanduk ajakan kepada rakyat Indonesia mengumpulkan 45 juta KTP dukungan kepada Jokowi. Bona memulai nyanyikan lagu “Pemimpinku” yang musiknya terasa alunan dangdut, sehingga riang di telinga.
Namun sosok Jokowi mampu membuat hati Bona tersimpuh, ia menangis sebelum masuk ke lagu. Di sambut dukungan vokal dari Iwan, juga Boni yang bertugas jadi rapper. Para penari dari komunitas kesenian Betawi bikin tampilan lagu jadi semarak.
Sebelum menyanyi, Bona yang berbusana serba hitam mulai dari celana hingga topi sempat melontarkan, “Ada yang menawarkan bikin lagu untuk calon presiden, bukan karena uang, saya pun belum ketemu Jokowi, saya lihat dia di TV. Blusukan ke pasar. Itu yang kita butuhkan untuk rakyat kita.”
Bona pun mengutip kata bijak dari Panglima Besar Soedirman,”Jangan biarkan rakyat menderita, biarlah pemimpin yang menderita.”
Mengenai sejarah terciptanya lagu ini, berawal dari perkenalan Bona dan Iwan Piliang saat mengunjungi korban banjir di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Mereka memberikan bantuan berupa buah pisang hingga ubi kayu. Bukan sembako yang biasa umum berikan kepada korban bencana.
Bona saat itu sempat meminta nomor kontak Iwan yang juga aktif sebagai citizen reporter. Dari pertemuan itu, hingga terjadi peristiwa skandal megakorupsi yang dilakukan oleh Nazaruddin secara berjamaah dengan rekan-rekannya, Iwan juga sempat bikin heboh karena berhasil melakukan percakapan dengan Nazaruddin saat buron melalui Skype.
“saya bikin lagu judulnya Nazaruddin tak lepas dari inspirasi saya saat dia (Iwan) berbincang via Skype,” kata Bona.
Saat penciptaan lagu ini, Bona mengungkapkan jika dirinya sudah berpikir matang-matang dengan melihat kenyataan Jokowi memang pemimpin yang sangat ideal.
“Pemimpin kita tentunya harus tahu kondisi lapangan seperti apa, lihat keadaan rakyat seperti apa, dia blusukan jadi tahu penderitaan rakyatnya. Itu yang ada di sosok Jokowi,” ujarnya
“Sehingga, oke kanda (panggilan kepada Iwan), bismillahirohmanirohim, kita buat lagu untuk Jokowi,” tandasnya.
Iwan sendiri sudah mengenal sosok Jokowi melalui produk kayu dan mebel milik mantan Wali Kota Solo itu.
"Saya sudah banyak nulis tentang Jokowi, saya malah kenal dia produk kayunya duluan. Sebenarnya lebih kepahaman bangsa ini hancur gara-gara uzur, kufur, gak mundur. Lalu orang yang udah uzur, kufur tapi gak mundur-mundur," tandasnya.
(tre)false


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !